Minggu, 21 November 2010

BUDIDAYA JAMUR TIRAM


MUKADDIMAH


Menjamurnya petani Jamur Tiram bukanlah sebuah fenomena orang-orang "latah" karena melihat keberhasilan petani yang sudah lebih dulu berhasil membudidayakannya. Sesungguhnya ini sebuah keharusan, karena pasar (costumer) meminta lebih banyak dari yang dihasilkan saat ini. Terbukti bahwa hasil panenan jamur hingga saat ini belum ada yang tidak diterima oleh pasar meskipun dengan jumlah yang makin meningkat setiap harinya.




Usaha budidaya Jamur Tiram merupakan pilihan logis yang ditunjang kemudahan akses bahan baku dan besarnya keuntungan yang akan diperoleh oleh petani setiap harinya.

Dengan banyaknya petani yang membudidayakan Jamur Tiram, akan berpengaruh terhadap tingkat pendapatan masyarakat pedesaan dan mengurangi pengangguran, karena hampir seluruh proses budidaya menggunakan tenaga manusia.

Budidaya Jamur Tiram menjadi pilihan sebagian petani untuk dikelola dan menjadi tumpuan peningkatan pendapatan keluarga didasarkan atas pertimbangan-pertimbangan:
1.      Keunggulan Konsumsi
  • Bergizi tinggi (Protein)
  • Mengandung selulosa/serat yang tinggi
  • Bukan makanan pantangan
  • Dapat dibuat aneka makanan olehan
  • Mudah diolah
  • Memiliki rasa yang unik tetapi tidak asing di lidah
2.     Keunggulan Ekonomi
  • Merupakan konsumsi harian masyarakat
  • Ada banyak komponen yang bisa dijual (Bibit, Log dan Limbah)
  • Meruah/dibutuhkan dalam jumlah banyak
  • Pemasaran mudah
  • Harga relatif stabil
  • Media limbah jamur bisa dimanfaatkan sebagai media tanam
  • Terbuka peluang usaha pengolahan aneka jamur
3.      Keunggulan dalam Budidaya
  • Teknik Budidaya relatif mudah dan sederhana
  • Investasi relatif kecil
  • Perawatan sederhana dan murah
  • Bahan baku relatif mudah dan murah
  • Bisa diusahakan dalam usaha kecil
  • Masa pertumbuhan cepat
  • Tidak membutuhkan investasi besar
  • Pemanenan dilakukan per hari
  • Faktor kegagalan usaha kecil
  • Membutuhkan tenaga kerja tetap sedikit,
  • Hama penyakit hampir tidak ada

Faktor-faktor Penyebab kegagalan Budidaya Jamur Tiram
  • Bahan Baku serbuk kotor
  • Kekurangan stock bahan baku serbuk kayu
  • Sterilisasi tidak optimal
  • Terkontaminasi dengan jamur lain
  • Pencampuran yang tidak rata
  • Pembuatan log yang tidak padat
  • Log pecah
  • Bibit jamur kurang baik
  • Penyiraman terlalu banyak dan tidak teratur
  • Bekas panen tidak dibersihkan
  • Ruang budidaya tidak bersih
  • Pengaturan suhu yang tidak sesuai dengan kondisi tumbuh jamur
  • Panen terlalu tua
  • Susunan log terlalu padat

KOPERASI harus dibentuk dan kelola oleh para petani sendiri dengan harapan mampu menyatukan seluruh petani jamur ke dalam sebuah wadah  organisasi yang mampu menjadi jembatan untuk peningkatan kualitas dan kuantitas produksi dan memfasilitasi berbagai kebutuhan produksi agar memberikan kemudahan akses modal, pembinaan dan pemasaran.

Untuk meningkatkan skala usaha budidaya Jamur Tiram dapat dilakukan dengan melalui dua cara; yaitu: Ekstensifikasi, intensifikasi dan diversifikasi. Upaya perluasan skala usaha ini masih sangat terbuka karena tingginya permintaan pasar.

Dalam melakukan upaya ekstensifikasi, petani diharapkan mampu memperluas areal usaha agar dapat menambah jumlah media tanam Jamur Tiram, sehingga dapat meningkatkan kapasitas hasil panen yang signifikan terhadap peningkatan pendapatan petani. Upaya Intensifikasi Jamur tiram adalah dengan meningkatkan pengetahuan petani agar dapat meningkatkan kualitas hasil Jamur Tiram. Peningkatan kualitas Jamur Tiram ini dimulai dari penggunaan bahan-bahan media tanam, bibit dan pemeliharaan dan penanganan pasca panen. Dengan pengetahuan yang ada saat ini belum mencerminkan system budidaya yang didasarkan pada standar budidaya yang efektif dan efisien serta berhasil. Upaya diversifikasi ini adalah upaya tingkat lanjut yang mungkin untuk digarap yaitu budidaya Jamur jenis lain sesuai dengan permintaan konsumen. Atau mungkin juga untuk dilakukan usaha dalam bidang pengolahan hasil, misalnya membuat bahan-bahan olahan yang berbahan dasar Jamur Tiram.

Untuk melakukan upaya perluasan usaha ini dibutuhkan adanya kerja sama dengan pihak-pihak terkait agar mampu mensuport permodalan usaha, pembinaan dan perluasan akses pasar yang lebih baik.




TUJUAN
Tujuan pemberdayaan masyarakat melalui Pengelolaan Usaha Budidaya Jamur Titram  adalah:
  1. Mengembangkan usaha agribisnis Kelompok Tani
  2. Mengembangkan kelembagaan ekonomi di pedesaan
  3. Mendorong berkembangnya lembaga keuangan mikro agribisnis di kelompok tani
  4. Mendorong berkembangnya penerapan erta teknologi tepat guna
  5. Membuka kesempatan kerja dan keterampilan bagi masyarakat.
  6. Meningkatkan kemandirian kelompok.
  7. Meningkatkan skala usaha budidaya Jamur Tiram melalui perluasan usaha agar dapat meningkatkan produksi guna memenuhi permintaan pasar secara kontinu dalam jumlah yang memadai.
  8. Lebih menguatkan nilai tawar petani Jamur Tiram agar didapatkan nilai tambah keuntungan yang maksimal.
  9. Mengoptimalkan sumber daya yang ada agar mampu tumbuh dan bekembang dengan kualitas yang baik dan berkesinambungan.




KENDALA USAHA
Masalah yang muncul kemudian adalah:
  • Persaingan memperoleh bahan baku berupa serbuk kayu dengan industri, sehingga petani harus membeli untuk mendapatkannya, padahal awalnya ini merupakan limbah yang terbuang percuma.
  • Pemasaran dikuasai oleh para pengumpul sehingga lebih leluasa mempermainkan harga pembelian di tingkat petani dan ada kecenderungan makin rendah.
  • Produksi hasil penen tidak memiliki standar kualitas yang seragam sehingga mudah untuk dipermainkan pengumpul dengan bermacam alasan.
  • Penggunaan areal penanaman tidak optimal karena minimnya modal usaha
  • Kuantitas hasil panen tidak konstan sehingga kesulitan dalam menjamin rutinitas pengiriman dalam jumah yang besar.
  • Beberapa alat dan bahan tambahan/pelengkap diperoleh dengan harga lebih mahal karena jauh dan jumlah yang sedikit/eceran.
  • Biaya produksi relative tinggi karena semuanya dilakukan secara manual tradisional terutama untuk  kebutuhan sterilisasi.
  • Keterbatasan modal untuk biaya investasi guna meningkatkan skala usaha.


SOLUSI
Dengan telah terbentuknya Koperasi,  beberapa masalah telah berhasil diatasi khususnya dalam hal:
  • Ketersediaan bahan baku;
  • Petani memiliki nilai tawar lebih baik sehingga harga tidak fluktuatif.
  • Kuantitas pengiriman lebih terjamin setiap harinya meski seluruh kebutuhan pasar belum terpenuhi,

Hal-hal yang hingga sekarang belum dapat diatasi adalah:
  • Dalam hal biaya produksi masih relatif tinggi dan belum berhasil menekan biaya sampai pada taraf minimal. Hal ini bisa dicapai apabila alat untuk sterilisasi menggunakan Autoclaps.
  • Biaya Investasi terbesar adalah pembuatan “Saung Jamur” karena kebutuhannya sekaligus. Sedangkan untuk biaya produksi dapat dilakukan secara berkala sesuai dengan modal yang ada.
FUNGSI ORGANISASI
Organisasi memiliki fungsi dan peranan:
  1. Memberikan pendidikan dan latihan tentang budidaya Jamur Tiram dan Jamur jenis lainnya.
  2. Memberikan pendidikan dan latihan Manajemen dan personalia
  3. Memberikan pendidikan dan pelatihan penanganan hasil panen dan pengolahan pasca panen.
  4. Menyelenggarakan kegiatan simpanan anggota dan menyalurkannya dalam bentuk pinjaman modal kerja/usaha.
  5. Melakukan evaluasi dan monitoring atas usaha dan memberikan motivasi
  6. Menyediakan berbagai kebutuhan alat dan bahan yang diperlukan dalam budidaya Jamur Tiram
  7. Membuka akses pasar lokal dan regional.
  8. Menerima/menampung hasil panen para petani dan menyalurkannya kepada konsumen/pasar lokal dan regional.
  9. Melakukan kerja sama/rekanan dengan instansi/perusahaan pemerintah/swasta
  10. Melakukan pembinaan dan advocasi.


PROGRAM AKSI
  1. Penguatan organisasi
  2. Menjalin kerja sama/rekanan dengan perusahaan/instansi untuk menjadi "Bapak Angkat" bagi para petani Jamur Tiram
  3. Pendidikan dan Latihan
  4. Pembinaan, evaluasi dan monitoring
  5. Penyediaan sarana produksi
  6. Penampung dan penyalur hasil produksi
  7. Motivasi dan advocasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar